Showing posts with label Chicago--I am lost. Show all posts
Showing posts with label Chicago--I am lost. Show all posts

Friday, December 16, 2011

Chicago, I am LOST! 5 *star foot building

Star Foot Building, hayo coba tebak ini tempat apa? Pasti ada yang bilang: gedung tempat kita melihat bintang bintang, ada yang bilang: gedung tempat kita bisa mendapat perawatan kaki kaya reflexology, tempat kita bisa melihat bintang sambil jalan jalan, atau tempat kita memandang bintang di kaki. Salah semua tau, kacau nih. Itu cuma judul yang aku kasih ke tulisan yang ini untuk menceritakan hari Rabu dan Kamis liburan musim semiku di Chicago.

Wednesday, March 23, 2011
Another relaxing day at home. Basically, saya hanya tidur seharian, mengistirahatkan kaki saya yang berkapal dan siap dilayarkan. Paling asik nih kalau punya hari kaya gini, cuma tidur tidur di rumah setelah beberapa hari sebelumnya memforsir kaki untuk berjalan jalan.

Mendadak hp saya yang terkonek dengan chat facebook bergetar. Ternyata seseorang yang masih menjadi pacar saya kala itu mengirimkan pesan di chat, meminta saya untuk online yahoo messenger. Ya sudah, saya nyalakan komputer saya dan log in di ye-em. Hubungan kami memang sudah tidak jelas sejak satu bulan yang lalu. Saya merasa berada in the middle of fences. Mau putus masih sayang, mau lanjut juga capek selalu menjadi orang yang terlalu aktif menjaga hubungan. Beda agama pula. Akhirnya saya memang memutuskan untuk bubaran.

Walaupun putus baik baik dan tidak ada ribut ribut, tetap saja itu mengubah mood saya. Siapa sih yang tidak sakit kalau putus cinta? Untungnya, mendadak host mother saya, Mary, mengajak saya untuk mani-pedicure. Lumayanlah, menjernihkan pikiran saya yang keruh.
pamer kuku

Thursday, March 24, 2011

Pasti pada tahu kan kalau Chicago itu full dengan tempat-tempat kereen? Adler Planetarium salah satunya. Guess whaat? Hari itu, aku kesanaaa..

Seperti lumrahnya, yang namanya ke Planetarium pasti untuk melihat alam jagad raya kita kan? Tapi ternyata di sana tidak cuma ada bintang, tapi juga ada sejarah-sejarah tentang penemuan dan bagaimana orang jaman dahulu melihat bintang. Bintang memang sudah menjadi sesuatu I am interested in since I was little. Makanya aku betah banget ada di sana, sampai tidak mau pulang.
 baju astronot

 toilet di dalam pesawat luar angkasa


 Guru Astronomi jaman behulaa



Pas foto di sini nih, ada anak-anak bule yg ngliatin, trus pengen di foto dengan pose kaya aku

Malamnya kita memutuskan untuk ke John Hancock Building. Itu lho, bangunan yang ada di sebelah The Old Water Tower, yang bentuknya kaya trapesium aneh dengan dua antena bertenger diatasnya, kaya plankton, yang setiap tahunnya ada kegiatan untuk mencapai puncak gedung itu dengan cara konvensional alias naik tangga. Untungnya cuaca mendukung, tidak hujan, tidak snow, dan lumayan hangat. Maka berangkatlah kami ke sana dengan bis, lalu berjalan sekitar 5 menit. Langsung aja deh naik ke gedung observasinya..

Too be honest, it was really cool! Di setiap dinding yang ada di lantai itu, ditempel keterangan tentang Chicago, mulai dari Chicago Fire sampai dengan proses pembalikan aliran air untuk konsumsi kota. Selain itu, dari jendela-jendela terlihat pemandangan malam Chicago yang awesooomee!

Pemandangan Chicago yang aduhaaai
 

Tuesday, April 12, 2011

Chicago, I am LOST! 4 *first rotary club and 'a kiss...'

Bagian keempat dari liburan musim semi saya di Chicago akhirnya muncul nih, padahal liburan saya sudah usai sejak berminggu minggu yang lalu. Faktor malas masih saja menghantui kehidupan menulis saya. Well, segala sesuatunya butuh proses. Ya kan, teman?

Tuesday, March 22, 2011
Anita Scott, my USA Momma mengajak saya berkunjung ke meeting Rotary One. Seperti namanya, rotary club yang saya kunjungin ini adalah rotary club pertama di dunia, tempat Paul Harris memulai pekerjaan menyenangkannya membantu orang yang membutuhkan. Jujur saja, saya sendiri juga baru tahu bahwa sebuah Rotary International, sebuah wadah besar orang orang ahli di bidangnya masing masing yang saling bahu membahu have fun dengan cara melakukan aksi sosial, dimulai di Chicago tahun 1905. *exchange student macam apa saya ini, sampai saya tidak tahu sejarah club yg membiayai hidup saya selama setahun. oh, well, yang penting sekarang saya sedikit tahu.

Sekitar pukul 10.00, siap dengan dress warna hitam dan tas besar berisikan highheels dan jas exchange, saya ditemani host mother saya di Chicago, Mary Miller berangkat ke tempat meeting dengan brown line, yang ternyata tidak jauh dari Willis Tower. Setelah menunggu kurang lebih 20menit, Anita datang dan kami berdua masuk ke building tersebut. Mary memutuskan untuk jalan jalan bersama anak perempuan dan cucunya.

foto-foto sambil menunggu Anita di 65 W. Jackson Boulevard

 with Rotary International Vice President: Thomas M. Thorfinnson

District Governor D6450 *district tetangga 

exchange flag with President Rotary One *the coolest flag ever

Satu kata, berbeda. Dari awal masuk, ada atmosfer elegan dan sangat formal. Saya jadi merasa sangat kikuk dan bingung mau ngomong apa. Semua orang berbicara dengan nada yang sangat elegan dan bahasa Inggris yang formal. Banyak kata kata baru yang saya dengar hari itu. Tapi selain itu, semuanya benar benar menyenangkan. Makanan enak, orang orang yang manis dan ramah. Selain itu, saya juga bertemu dengan Vice President of Rotary International dan District Governor D6450 *my disrict is D6440

Selasai meeting, Mary menjemput saya dan Anita. Kami bertiga memutuskan untuk pergi ke Shedd Aquarium. Honestly, I like Museum Science and Industry better than Shedd Aquarium. Agak kecewa dengan pertunjukan lumba lumbanya. Tahu sendiri kan pertunjukan lumba lumba nya sekaten kaya apa? Lompat lingkaran api gitu gitu, sedangkan disini lumba lumbanya cuma yg berputar dan ber-daaa ria.


Satu yang menarik, lagi lagi ada lantai kaca tempat bernaungnya ikan ikan pari. Saat saya berjalan diatasnya, rasa aneh dan seru saat berjalan di skydeck mendadak muncul. Selain itu juga banyak yang menarik sih, ada aqurium besar berisikan anaconda. Saya juga bisa memegang bintang laut, bahkan mendapatkan ciuman. Check these pictures out!



touch sea star. awou.. 

swim with penguin penguin. lol:D kidding 




 ini kiss yg aku maksud di judul. kiss a fish

 kabuuur, ada anaconda!!


LOL:D actually it wasn't as fun as step on skydeck or visit Museum Science and Industry, but I had and made so much fun!

Monday, March 21, 2011

Chicago, I am LOST! 3 *deal with frightened

Hey, siapa sih yang tidak tahu apa itu Willis Tower atau Sears Tower? Kamu? Kamu? Kamu jugaa? Wah, enggak gaul kamu. Hihi:) Tapi saya juga enggak tahu, ding, sebelumnya sampai akhirnya saya sampai di Amerika Serikat dan tinggal sekitar 30menit dari Chicago. Yeaah, Sears Tower atau yang sekarang disebut Willis Tower ini adalah bangunan tertinggi di Chicago dengan 110 lantai. Bangunan ini juga pernah menjadi bangunan  tertinggi di dunia selama 25 tahun sebelum Petronas Towers di Malaysia selesai pada tahun 1998. Satu yang paling menakjubkan dari bangunan ini adalah adanya Skydeck di lantai 103. Skydeck itu sendiri adalah box kaca yang menggantung di sisi barat Willis Tower.

Yeaah, seperti bisa kalian lihat, itu saya di salah satu skydeck.

Let's come back to the beginning, guys. Hari ini, Senin, berdasarkan forecast, host mom saya  memutuskan bahwa hari ini adalah hari outdoor activity. Kami berencana naik El CTA Brown Line--kereta listrik gitulah ke Willis Tower, lalu naik bus 124 ke Navy Pier dan pulang ke apartemen dengan bus 60. Waduh, kaki saya mulai mulai protes mendengar semua rencana tersebut, pasti buaanyak jalannya nih. Apartemen tempat saya tinggal sekarang sekitar 8 blok dari Brown Line station. Jadilah tadi pagi jam 11an kami berdua berjalan dari rumah sampai ke station. Hanya dengan 4 pemberhentian sampailah kami di station yang dekat dengan Willis Tower. I was so excited at that point.

Willis Tower kelihatan dari train station


Begitu sampai disana, ada seorang young man yang mencegat kami dan berkata bahwa cuaca tidak memungkinkan untuk naik, dan kalaupun kami nekat, kami tidak bisa melihat pemandangan di bawah kami. Dengan sedikit tidak percaya--karena memang tidak terlalu berawan, kami bahkan bisa melihat skydeck dari bawah, akhirnya kami keluar dari Willis Tower dan menyusun ulang rencana kami. Kami memutuskan untuk menunggu bis 124 di dekat Union Station--sekitar 2blok ke barat dari Willis Tower. Sempat kebingungan juga karena tidak tahu di mana kami harus menunggu bus--kinda lost again. Untung ada cowok Asia ganteng yang memberi kami petunjuk--mau minta foto bareng kok enggak enak gitu, jadi ya relakan saja.

Lama kami disitu, beberapa bus bus lain sudah bersliweran berulang ulang kali, tapi tidak terlihat satu pun bus 124. Kami pun memutuskan untuk mengirim sms ke CTA dengan harapan mendapatkan informasi kapan bus tersebut datang. Dan...., nothing! Huaa, masa hari seindah ini terlewat begitu saja tanpa melakukan apa apa, sih? God, gimme hint! Mendadak sinar matahari menerobos di sela sela awan dan gedung gedung tinggi. Yeaah, It was not that foggy, just kinda little haze. Thanks, God! Kami cepat cepat kembali ke Willis Tower.

Sesampainya di sana, si young man yang tadi mengusir kami sudah berganti rupa menjadi seorang young lady cantik yang mempersilahkan kami naik ke atas sambil mewanti wanti kalau kemungkinan kami akan menunggu sekitar 1 jam sebelum akhirnya bisa nangkring di skydeck. No problem! I just want get in there! Pertama kami turun dulu ke basement karena tiket box dan semacamnya itu ada disana. Setelah melewati berbagai macam aneh aneh itu, akhirnya sampailah saya di lantai 103, tempat skydeck itu.


Pemandangan East Chicago dan Lake Michigan dari lantai 103 

 First step in skydeck. *sumpah langsung pusing pas ini. deg deg an bangeet, takuut..





mulai bisa mengalahkan rasa takut dan betah ada di skydeck, gg mau pindah., gg mau turun, mau disitu terus.

I had a really good time there. Saya benar benar menyadari betapa beraninya saya ketika saya dengan sangat mudah melompat ke skydeck dan bermain main di sana. Sementara orang orang lain di sekitar saya, seperti takut takut, ada yang menangis pula. Satu yang paling berkesan, ada empat orang Korea, dilihat dari gayanya sih kaya masih sekolah gitu, ganteng ganteng keren gitu. Aku kira mereka yang bakal dengan gagah berani foto foto di skydeck, ternyataaa.. baru liat bawah dikit aja, ada satu yang tahu tahu bersuara, "Huwwoo," sambil melangkah mundur menjauh. Saya dan host mom saya langsung tertawa terbahak bahak melihat tingkah aneh bin ajaib mereka.

Pulangnya, kami mampir makan siang sekalian malam di Corner Bakery dan secara tidak sengaja menemukan sebuah wall penuh dengan bendera dari berbagai negara. Saya tidak yakin ada berapa negara yang bendera di pasang, mungkin semua negara, termasuk Indonesia.

hayoo, bendera Indonesia yang mana hayoo? haha:D

Mau tahu, bagaimana kami mengakhiri trip kami hari ini? Jalan sampai aparrtemen lewat Michigan Avenue lagi. Melihat bermacam macam bangunan bangunan indah itu memang sangat menarik sih, tapi sampai apartemen kaki nih yang yang menjerit jerit minta istirahat. Selain masalah kaki, hari ini benar benar menyenangkan.

 Wrigley Building--Chicago Tribune

 Trumph Tower

 narsis sepanjang jalan

It used to be Mosque. It is Furniture Store now.

Chicago, I am LOST! 2 *science day

Sekali lagi, saya tekan kan, saya tidak hilang. Saya baik-baik saja, senang, cerah ceria, gembira, menikmati liburan musim semi saya di Chicago. Well, kinda lost at some points, karena terlalu asik mengabadikan setiap kenangan mengagumkan disana. Tapi tidak bisa disebut hilang juga, orang tua angkat saya hanya sekiat 5 meter di depan saya.


Hari Minggu, karena cuaca yang tidak mendukung untuk outdoor activity, orang tua angkat saya memutuskan untuk Tour de Museum Science and Industry Chicago. Museum ini letaknya sedikit jauh ke bagian selatan Chicago, sehingga mereka punya tempat parkir bawah tanah untuk memudahkan orang orang yang berkunjung ke sana. Lumayanlah, saya tidak harus berjalan jauh hari ini. Setelah membeli tiket admission, dan mengambil map, mulailah petualangan kami di museum yang besar tersebut. Karena sepertinya tidak memungkinkan untuk melihat semua koleksi yang ada disini, maka kami memutuskan untuk berhenti sebentar dan melihat lihat peta--kaya Dora, the explorer.

lightning simulation 

 kaya baju astronout ya? tapi ini adalah baju pemadam kebakaran lho

versi lebih besar dari yang ada di Taman Pintar 

ini John, pekerja coal mine. just kidding, dia tour guide di coal mine area

my wedding dress, I hope. lol:D

Sekitar 5 jam, kami berputar putar di museum tersebut. Kami memutuskan untuk memulai petualangan kamu dengan naik ke lantai 3 melalui tangga biru yang ada pendulum raksasanya. Sampailah kami di area natural disaster. Disitu penuh dengan alat alat keren yang memunculkan simulasi tornado, hurricane, gelombang air, kilat dan lain sebagai. Saya juga melihat proses menetasnya anak ayam--agak aneh ya, anak ayam kalau baru keluar dari telurnya. Wah.. kalau diceritain satu satu detailnya bisa jadi panjang banget nih. Pokoknya disitu banyak banget hal yang keren keren, kaya replika kota Chicago, replika Rocky Mount dan Seattle, kereta api lama, pesawat pesawat, cermin aneh yang bisa bikin kaki atau tubuh saya memanjang, Colleen Moore's Fairy Castle, shadow screen, dan juga replika tambang coal--bahasa indonesianya apa sih? batu bara bukan?

ini yang saya sebut dengan shadow screen, saya lupa nama aslinya apa, tapi ini benar benar keren. ohya, itu host dad saya.

gambar muka bumi waktu Tsunami Aceh 2004

fun banget jalan di section ini, berasa kaya di dunia komputer. haha:)

Tidak bisa digambarkan dengan kata katalah pokoknya pengalaman saya ke museum ini. Terlalu menyenangkan dan menakjubkan melihat hampir semua aspek kehidupan ada di museum tersebut. Salah besar kalau kalian berpikir "ngapain 5jam di museum? bosen banget!" Buat saya, berkunjung ke museum selama 5jam itu waktu yang kurang. Masih banyak yang ingin saya lihat di museum tersebut. Sekalipun saya berulang kali kembali ke museum tersebut, saya yakin saya masih akan surprise dengan fiture yang ada disitu.

Sunday, March 20, 2011

Chicago, I am LOST! 1 *kesan pertama tentang Chicago

Woowoo, tenang! Saya tidak tersesat kok, masih di jalan yang benar dan sedang menikmati hari kedua liburan musim semi saya tepat di jantung kota Chicago. Awal dari sebuah liburan yang menyenangkan--knock on the wood.

Jangan dibayangkan tinggal di downtown Chicago itu sama dengan tinggal di Jakarta atau Surabaya! I tell you, it is completely diffferent. Soal macet sih, layaknya sebuah kota, pasti ada jam jam tertentu yang semua mobil seakan tumpah ruah di jalanan, entah jalan besar atau jalan kecil. Tapi believe me, sebenarnya kamu tidak perlu punya mobil untuk hidup di sini--kecuali kamu kerja di luar downtown Chicago. Kota manis ini punya public transportation system yang bagus, walau mungkin masih kalah dibandingkan dengan transportasi umum di Eropa. Kita bisa mengelilingi semua sudut kota dengan bus, kereta dan juga dengan kaki kita sendiri.

Saya sendiri pun sudah merasakan serunya berjalan di tengah rimba huge tall buildings tepat beberapa jam setelah kedatangan saya keenam di Kota Angin ini. Host parents saya mengajak saya makan di sebuah restoran bernama Ed Debevic's. Kami berjalan sekitar 15 menit sambil menikmati kelap kelip malam Chicago. Satu kata AWESOME. Restoran yang saya datangi tersebut adalah salah satu restoran yang cukup terkenal di Chicago dengan setting tahun 50s, tulisan tulisan agak ekstrem di sudut, waitress yang bertingkah tidak ramah tapi lucu, juga pertunjukan dance di atas meja. Benar benar makan malam yang asik.

Pulangnya, kami memilih jalan memutar yang lumayan jauh sehingga saya bisa melihat Michigan Avenue at night. Di tengah perjalanan, tiba tiba saya tertegun dan syok melihat sebuah logo kapital M kuning yang sangat besar di pinggir jalan. Yeah, salah satu McDonald's terbesar ada di depan mata saya, Rock and Roll McDonalds. Tempat di sebelahnya ada sebuah gitar besar dengan HardRock cafe logo.

We kept walking, mampir sebentar di Starbucks buat nunut buang air kecil--hihi:) dan sampailah kami di Michigan Avenue. Lalu, ya kami cuma jalan aja sepanjang Michigan Avenue, mendaki gunung, lewati lembah. Yee, malah nyanyi. Sedikit info, Michigan Avenue ini adalah salah satu ruas jalan di Chicago yang isinya toko toko bermerek yang sudah bisa dipastikan, harganya selangit. Ini sudah kedua kali saya berjalan sepanjang jalan berduit dan bergengsi itu. Kedua kalinya pula, cuma jalan jalan aja sambil berdoa semoga kuat iman dan tidak tergoda baju baju yang melambai lambai sepanjang jalan.

Akhirnya kita belok di perempatan yang ada Water Tower dan John Hancock. Entah kenapa saya suka sekali sama The Old Water Tower, satu satunya building yang utuh waktu Great Chicago Fire 1871. Jalan jalan bentar gitu, belok belok dikit, ketemu deh bangunan tua, besar dengan ornamen ornamen indah. Kagum banget lihat bangunan itu, saya lihat lihat dan amati, "kok kaya bangunan gereja yang ada di film film barat ya?" Ternyata ehh, itu Holy Name Cathedral Chicago. Surprise nya lagi, itu gereja cuma sekitar 10 menit jalan dari apartemen tempat saya tinggal sekarang.

Daylight pertama di Chicago, tidak ada hal besar. Hanya di rumah santai, jalan ke grocery store, bikin dinner trus makan. Malamnya, kami drove around di sekitar UIC lalu lanjut ke jalanan pinggir Lake Michigan. Di sebelah kanan tuh pemandangannya danau yang tidak begitu terlihat jelas karena gelap, tapi di sebelah kiri Skyline of Chicago! Willis Tower, John Hancock, Trumph Tower, dan banyak big, tall buildings dengan lampu lampunya yang amazing semuanya tumpah ruah di sebelah kiri jalan itu.

Mendadak saya jadi berpikiran untuk tinggal dan kuliah di kota yang menyenangkan ini. Rasanya kok amat sangat disayangkan kalau cuma kesini satu tahun, harus bisa balik ke sini lagi. Okey, saya memang orang yang mudah terobsesi oleh sesuatu. Mungkin segini dulu cerita hari ini, nantikan blog selanjutnya di Chicago, I am lost..

 McDonald's Rock and Roll

 Hard Rock dengan big guitarnya

Baseball Field for Cubs 

 Eat at Ed's

 Chicken Steak at Ed's

 tulisan lucu lucu di Ed's

 Holy Name Cathedral Chicago

Grandsonnya orang tua angkatku

itu yang tengah, waitress yang melayani meja saya