Showing posts with label review. Show all posts
Showing posts with label review. Show all posts

Sunday, May 8, 2016

[REVIEW FF] Her Dark Shadow by Elsa Mardian

Sudah dua tahun berlalu sejak terakhir kali saya posting di blog ini. Maklum, mengejar gelar sarjana ternyata tidak semudah yang dibayangkan, terutama di semester-semester akhir *malah curhat*. Tapi untungnya semua sudah berlalu. Untuk kali ini, maaf bukan melanjutkan cerita jalan-jalan saya di Chicago karena jujur saja saya sudah lupa detail hal-hal yang saya lakukan selama di sana. Lagi-lagi, harap maklum, sudah 5 tahun yang lalu.

Tapi, saya punya yang tidak kalah menarik. Kali ini saya akan mereview sebuah FF (fanfiction) karya seorang author yang super duper awesome dan sudah malang melintang di dunia per-FF-an. Sebut saja namanya Citra *eeh hush, ngawur, malah kaya berita kriminal aja :D*. 

Namanya Elsa Mardian.

Buat para Sifany shipper pasti kenal banget sama nama ini. FF karyanya udah enggak diragukan lagi. Banyak momen romantis Siwon dan Tiffany (plus adegan-adegan NC) yang berhasil diceritakannya dan sukses bikin pada shipper makin baper tiap kali baca karya-karyanya. Dan saya termasuk salah satu reader yang beruntung bisa kenal dekat dengan author ini dan mendapatkan kesempatan untuk mereview salah satu FF terbarunya, Her Dark Shadow.

Langsung aja deh :D Check this out!

Title : Her Dark Shadow
Author : Elsa Mardian
Cast : Tiffany Hwang, Choi Siwon, Im Yoona, Kim Taeyeon
Genre : Romatic Suspense/Thriller
Rating : 18+
Harga : Rp 65.000,-


SINOPSIS
“D-dia…tidak bersalah.”

“Apa?” perempuan yang paling muda itu terkesiap. “ANAKMU TELAH MEMBUNUH KAKAKKU DAN KAU MENGATAKAN DIA TIDAK BERSALAH? PERSETAN DENGANMU!”

Lalu saudarinya maju untuk menenangkan. “Yoona, tenanglah.”

“Aku tidak bisa tenang, Miyoung Eonnie! Dia adalah ayah dari pembunuh Sooyeon Eonnie!”

Choi Jinho bergerak mundur, ikut terluka melihat penderitaan yang kini tengah dirasakan kedua saudari itu. Ia bahkan tidak ragu untuk berlutut di depan mereka, membuat ketiganya terdiam.

“Maafkan kami, saya mohon. Tapi harus kalian ketahui bahwa anakku…sungguh tidak bersalah. Choi Siwon tidak bersalah.”

Kehilangan seorang anggota keluarga memang tidak akan pernah menjadi hal yang mudah, terlebih jika terjadinya sangat mendadak bagai petir di siang bolong. Dunia Miyoung dan Yoona seketika gelap dan porak poranda setelah mendengar kabar bahwa sang kakak tersayang, Sooyeon, ditemukan tewas dekat sebuah diskotik di jalan Apgujeong. Polisi menemukan bukti-bukti bahwa gadis malang itu diperkosa terlebih dahulu sebelum akhirnya dibunuh. Tak hanya itu, Park Soojung, satu-satunya saksi atas peristiwa tersebut, pun mencabut pernyataannya. Penyelidikan dihentikan dan Choi Siwon, anak seorang komisaris kepolisian yang dalam kasus ini adalah tersangka dibebaskan.
Bertekad membalaskan dendam Sooyeon, Miyoung memulai perjalanannya mendekati Siwon. Diabaikannya hati nuraninya, diabaikannya kebenaran sejati dari dalam hati yang terus didengungkan Sooyeon lewat mimpi-mimpi. Dengan identitas barunya sebagai Jung Tiffany, Miyoung berniat membuat Siwon tergila-gila dan bertekuk lutut mengharapkan cintanya. Sehingga, pada akhirnya semakin besar dan dalam penderitaan pria itu saat ia hempaskan ke jurang kehampaan—kehampaan yang sama dengan yang ia rasakan sejak kematian Sooyeon. Namun tanpa ia sadari, rencananya justru menciptakan sebuah bayangan gelap. Bayangan yang akan membahayakan semua orang tak bersalah—bayangan gelapnya yang bahkan lebih kejam daripada iblis.



REVIEW
Author spesialis FF romance dengan tokoh utama Siwon dan Tiffany, Elsa Mardian kini muncul dengan sebuah kisah tidak biasa yang berjudul Her Dark Shadow—selanjutnya akan saya sebut dengan HDS biar enggak capek ngetik, hihihi. Dari judulnya saja, saya sebagai pembaca seolah sudah diarahkan untuk berpikir “waah, bakal mengerikan ini pasti.” Apalagi ditambah dengan tagline-nya When her shadow is darker than demon. Namun setelah membaca HDS ini, semakin bertambahlah kekaguman saya pada author cantik ini.
Masih dengan tetap mengusung kisah cinta yang romantis, Elsa Mardian menggabungkan thriller yang menegangkan dan tema keluarga yang mengharu biru. HDS diawali dengan kemunculan Miyoung dan Yoona di pemakamangila kan? dari awal aja udah berasa horor bangetmenangisi kepergian kakak mereka, Sooyeon. Seperti yang telah diceritakan dalam sinopsis, kematian Sooyeon bukannya kematian yang wajar. Hasil visum menunjukkan bahwa dia diperkosa terlebih dahulu sebelum akhirnya dibunuh dan seorang pria ditemukan mabuk di dekat jasadnya. Pria yang kemudian diketahui bernama Siwon itu langsung digiring ke kantor polisi dan ditetapkan sebagai tersangka. Namun beberapa hari kemudian dibebaskan karena saksi mata mencabut pernyataannya. Tidak terima dengan keputusan itu, Miyoung bertekad menuntut balaslangsung kerasa juga kan atmosfer kekeluargaannya. Balas dendam itu dilakukan dengan cara yang “romantis”sumpah, caranya emang bener romantis! Buat para shipper apalagi kalau jomblo, siap-siap baper ya :D. Dikorbannya semua hal termasuk pada akhirnya keperawanannya—NC alert!! Buat yang pada nyari NC :vuntuk membuat Siwon tergila-gila dan bertekuk lutut dihadapnya. Setelah itu akan dibuatnya pria itu mengakui kejahatannya terhadap Sooyeon dan akan dibunuhnya pria itu dengan tangannya sendiri. Namun belum sampai rencana itu terealisasi ternyata ada kejutan-kejutan mengerikan yang sudah menanti mereka.
 Adegan demi adegan dirangkai membentuk sebuah jalinan cerita manis sekaligus misterius. Perasaan masing-masing tokoh mulai dari sedih, sayang, marah, emosi, obsesi dan jugaeheem—nafsu bisa diceritakan dengan porsi yang pas. Petunjuk-petunjuk penting disebar sehingga terlihat serampangan namun ternyata terstruktur dan berhasil disembunyikan dengan baik. Two thumbs up lah buat Elsa Mardian! Terutama atas twist di bagian klimaksnya sukses membuat saya merinding sejadi-jadinya ketika mengetahui apa yang dimaksud dengan bayangan gelap itu.
Tidak mudah menuliskan cerita seintens dan semenarik ini. Saya yakin hanya author berjam terbang tinggi yang mampu membuatnya. Perpaduan antara ide yang fresh dan original dengan kalimat-kalimat deskripsi yang sesuai EYD namun tidak terasa kaku sehingga mudah dipahami membuat FF ini menjadi sangat menarik dan tidak pasaran.


NB: Bener-bener enggak pernah sia-sia nabung sekian lama—maklum, setelah sebelumnya saya adalah anak kuliahan dengan uang saku terbatas, sekarang saya sudah resmi jadi pengangguranuntuk semua FF karya Elsa Mardian, terutama FF yang satu ini.

Tuesday, March 15, 2011

Bambang Pamungkas, nomor punggung 20, timnas sepakbola Indonesia



Saya memang bulat seperti bola, tapi saya sungguh bukan penggemar berat bola, yg tahu selak beluk trik sampai hatrick sepakbola. Saya benar benar hanyalah seorang anak SMA yg tertular euphoria sepakbola dari orang orang di sekitar saya, terutama asisten ibu saya yg seorang Juventini dan Italini--? sejati.

Saya hanya tahu beberapa nama besar dalam sepakbola, terutama nama nama ber background wajah ganteng seperti David Villa, Torres, Gerrard, dan Paul si gurita>haha:D okey! calm down, aku tau kok klo dia bukan pemain sepakbola, tapi pelatihnya. huaa, iya iyaa, bukaan! Paul ini si peramal hebat yg memilih makan sambil hang out di bendera Spanyol. Saya juga tahu beberapa pemain lokal yang lumayan ganteng, seperti Arif Suyono, Ferry Rotinsulu, dan Firman Utina--walaupun jika dibanding pemain luar, mereka masih jauh kalah ganteng. haha:D tenang, saya pecinta produk lokal kok--?

Bambang Pamungkas, nomor punggung 20 timnas Indonesia ini, beda lagi ceritanya. Saya mengetahui eksistansinya ketika saya pertama kali melihat timnas Indonesia bertanding 2-3tahun yang lalu. Kala itu, dia adalah kapten timnas Indonesia. Dia tidak ganteng di mata saya. Dia mnyebalkan di mata saya. Sejak awal mula, saya melihat dia, saya sungguh sangat membencinya. Mungkin karena di mata saya, dia adalah seorang berwajah kolot, angkuh, dan mirip seseorang yg pernah mematahkan hati saya, yg selalu menunggu bola di garis depan, tanpa berusaha merebut dan memperjuangkan sebuah bola, ditengah kerubutan 19orang lain.

Sungguh, saya sebenarnya pernah melupakan kebencian saya pada sosok ini, sampai saat saya kembali melihat permainannya yang tidak memuaskan di AFF cup Desember lalu. Kala itu, saya adalah seorang yg sedang menikmati liburan musim dingin saya di United State memilih untuk bangun pagi>13jam hitung mundur dari jam Indonesia, dan tinggal di dalam rumah, melotot pada layar laptop, berusaha menikmati pertandingan langsung Indonesia vs Malaysia ditengah gangguan bufferring yg menyebalkan. Saya sungguh bukan kecewa dengan kekalahan Indonesia yang benar benar bagaikan petir di tengah siang bolong itu, tapi lebih karena seorang Bambang Pamungkas, bisa dibilang senior di timnas Indonesia>koreksi bila saya salah, hanya bermain beberapa menit sebelum pertandingan berakhir. Saya sungguh sangat kecewa, karena walaupun saya terlihat sangat membenci Bambang Pamungkas, nomor punggung 20 timnas Indonesia, saya sungguh sangat mengharapkannya. Ulangi, SAYA SUNGGUH SANGAT MENGHARAPKAN BAMBANG PAMUNGKAS BISA MEMBAWA SEMANGAT BAGI TIM GARUDA!!


Maret 2011, tidak ada euphoria sepakbola Indonesia, tidak terdengar lagi kemenangan tim Garuda Indonesia, yang terdengar disini hanyalah skandal konyol dalam PSSI, bukan hal penting untuk dibicarakan, tapi membuat saya penasaran untuk melihat blog Bambang Pamungkas, nomor punggung 20 timnas Indonesia, http://www.bambangpamungkas20.com/bepe. Saya sudah membaca beberapa curahan hati seorang Bambang Pamungkas, dan berupaya menyediakan waktu untuk membacanya dengan seksama nanti entah kapan. Dan saya berpikir saya telah memperlakukannya dengan tidak adil karena menyalahkannya atas kekalahan Indonesia. Sungguh, kekalahan Indonesia adalah ketidakberuntungan kita semua, ketidakberuntungan semua orang Indonesia. He is not the only person to be blamed on.

Bambang Pamungkas, nomor punggung 20 timnas Indonesia, senang telah bisa mengenalmu lebih dekat lewat artikel artikelmu yang segar dan penuh semangat. Mari terus mencintai Indonesia dengan cara kita masing masing:)

--Wednesday, March 9, 2011 at 10:52pm

sisi lain dari SM*SH.. *review

kenapa hatiku cenat-cenut tiap ada kamu
selalu peluh pun menetes setiap dekat kamu
kenapa salah tingkah tiap kau tatap aku
selalu diriku malu tiap kau puji aku

kenapa lidahku kelu tiap kau panggil aku
selalu merinding romaku tiap kau sentuh aku
mengapa otakku beku tiap memikirkanmu
selalu tubuhku lunglai tiap kau bisikkan cinta

tahukah kamu saat kita pertama jumpa
hatiku berkata padamu ada yang berbeda
tahukah sejak kita sering jalan bersama
tiap jam menit detikku hanya ingin berdua

tahukah kamu ku takkan pernah lupa
saat kau bilang kau punya rasa yang sama
ku tak menyangka aku bahagia ingin ku peluk dunia
kau izinkan aku ’tuk dapat rasakan cinta
  
[rap]
hatiku rasakan cinta, dia buatku salah tingkah
i know you so well, you know me so well
you heart me girl, i heart you back
i miss you, i love you, ah ah ah
i need you, i love you, i heart you baby
i need you, i love you, i heart you baby

baby, you know me so well (you know me so well)
girl i need you (girl i need you)
girl i love you (girl i love you)
girl i heart you
i know you so well (i know you so well)
girl i need you (oh i need you)
girl i love you (oh i love you)
girl i heart you

tak ada yang bisa memisahkan cinta
waktu pun takkan tega
kau dan aku bersama selamanya



"jangan melihat sesuatu dari satu sisi" dan "berpikiran positif itu penting"
pepatah itu mendadak pop up di kepalaku waktu aku melihat hujatan hujatan di sebuah jejaring sosial untuk boyband pertama Indonesia ini.

ohya, buat yg belum tau..
SM*SH ini adalah segerombolan cowok cowok lumayan keren yg meramaikan Indonesian music industry dengan berkiblat pada boyband boyband Korea gitu.
tau kan boyband Korea yg kaya kaya DBSK, SuJu, Bing Bang, Shinee, dan macam macamnya itu yg nyanyi nyanyi sambil ngdance, yg bisa bikin cewek cewek mnggelepar gelepar melihat pesona body body keren menawan..
nah, cowok cowok keren ini berusaha memberikan warna gemilang Korean music tersebut ke Indonesia, niatnya biar industri musik Indonesia maju juga, dan kembali digemarin banyak orang..
cuma karena letak geografi Indonesia dan Korea lumayan deketan, nih boyband membawanya agak keterlaluan sehingga orang orang berpikiran boyband ini plagiat..

tapi bukankah tahapan orang belajar itu: melihat, meniru, dan memodifikasi ya? *sapa ya yg bilang? aku lupa..
menurutku mereka emg baru sampai tahap meniru dengan sdikit modifikasi..
wajarlah klo emg masih sedikit mirip mirip, untuk menjadi besar kan emg butuh bertahun tahun pengalaman..
lagipula, lagu mereka lumayan enak didenger kok, walopun pronounce 'heart' nya kedengeran kaya 'hurt'
kita harusnya bangga dung, Indonesia udah punya boyband jugaa..
mereka berjuang keras supaya kita gg ketinggalan dari negara lain, dlm kasus ini ketinggalan dari Korea..
mereka merelakan waktunya latihan ngdance, latihan nyanyi, show sana sini.. capek juga lho mereka..
blm lagi harus menghadapin orang orang kolot yg hobinya menghujat sesuatu yg baru.

melihat sesuatu dr cara yg berbeda dan positif itu emg susah bgt, tapi dicoba deh..
klo emg gg suka ya udah, gg usah diliat. jangan nglihat klo cuma pengen mencela penampilan merekaa..
contohnya aku emg gg suka cara mereka perform, ya uda aku dengerin aja lagunya, tanpa melihat mereka..
menurut aku, lumayan asik juga kok lagu mereka. ngbeat ngbeat nghilangin stress.. haha:D

--Saturday, February 12, 2011 at 11:38pm