Siang yg kelam. Terik mentari yg biasanya menyengat seolah hilang tertelan gelap awan.
Gerutuan manusia masih saja terdenger. Dari cucian hampir kering yg harus dicuci lagi, harus mandi keramas lagi, batalnya rencana makan siang bersama pujaan hati, lupa bawa mantel, sampai penuh dan sumpeknya halte bis dan emperan toko yang mendadak berfungsi sebagai payung raksasa.
Oalaah, dasar manusia. Panas protes, hujan juga ngomel ngomel, maunya apa, toh? Tidak sadarkah kalau malaikat pengatur cuaca di surga lagi pusing tujuh keliling, menjambak rambutnya sendiri, mencakari wajahnya cantik karena frustasi mendengar tingkah polah gerutuan kalian? Poor little angel!
Disinilah aku, di lautan manusia depan sebuah toko mungil dengan interior unik yang menarik, menghindari air hujan yang mendadak tumpah dari langit. I can’t even see anything! Too crowded! Hey, stop moving around! You pushed me! Huh, beginilah derita cewek bertubuh kecil mungil, terdesak kesana kemari di tengah keramaian.
“Permisi, numpang lewat,”
Mendadak seorang cowok berkulit gelap membelah kerumunan. Benda besar berbulu merah muda—mungkin boneka beruang, atau boneka babi—di tangannya menunjukkan dia baru saja mnghabiskan berlembar lembar uang di toko mungil tersebut. Spontan logikaku berbicara, boneka sebesar gedung itu gimana bisa masuk ke toko mungil begini? Apa mungkin toko mungil itu punya semacam ruang rahasia untuk menyimpan boneka-boneka berukuran jauh dari normal?
Sebuah benda asing berbulu lembut yang membelai pipiku tiba tiba membuatku sadar dari imaginasi liar dan tidak hanya sadar tapi juga membuatku melompat—kaget—menjauh dan melihat ke arahnya. What the heck! Si benda besar berbulu merah muda itu mendadak ada di sebelahku. Hoo? Siapa nih yg punya? Masa nih benda bisa jalan jalan sendiri?
“Hehehe, kaget ya? Maaf deh!” suara aneh terdengar dari balik boneka merah muda tersebut.
“Makhluk pink apa, nih?” tanyaku spontan.
“Kuda,” jawabnya sambil dengan bangga menunjukkan muka si boneka berbulu aneh bin ajaib tersebut. Jawaban yg membuatku melongo seketika. Pasalnya, itu boneka punya hidung dan telinga babi, berponi, berekor panjang, dan berkaki persegi panjang layak seekor kuda. Nah loh, susah kan membayangkannya?
“Buat ibumu ya?” tanyaku sekenanya. Insiden boneka kuda berhidung babi ini membuat otakku semakin gila dan berpikir ke arah yang tidak seharusnya. Mana ada cowok memberikan hadiah untuk ibunya sebuah boneka kuda berwarna pink dan berhidung babi? Coba bayangin, si ibu mendadak jadi keranjingan tidur meluk si boneka itu. Bisa langsung dimutilasi suaminya tuh.
“Bukanlah!”
“Trus buat sapa? Pacar ya?”
“Ya gitu..”
Obrolan terus bergulir begitu saja seiring derasnya hujan. Kadang saling menatap dalam diam, kadang melirik dan tersenyum tersipu, kadang terlihat tegang dan memanas, lalu tertawa terbahak bahak. Seperti hujan, kadang rintiknya jatuh dengan sangat manis, kadang berangin dan dingin, kadang derasnya mengguyur dengan sadis diikuti halilintar dan petir. Tapi hujan, selalu akan berakhir.
Friday, March 25, 2011
Monday, March 21, 2011
Chicago, I am LOST! 3 *deal with frightened
Hey, siapa sih yang tidak tahu apa itu Willis Tower atau Sears Tower? Kamu? Kamu? Kamu jugaa? Wah, enggak gaul kamu. Hihi:) Tapi saya juga enggak tahu, ding, sebelumnya sampai akhirnya saya sampai di Amerika Serikat dan tinggal sekitar 30menit dari Chicago. Yeaah, Sears Tower atau yang sekarang disebut Willis Tower ini adalah bangunan tertinggi di Chicago dengan 110 lantai. Bangunan ini juga pernah menjadi bangunan tertinggi di dunia selama 25 tahun sebelum Petronas Towers di Malaysia selesai pada tahun 1998. Satu yang paling menakjubkan dari bangunan ini adalah adanya Skydeck di lantai 103. Skydeck itu sendiri adalah box kaca yang menggantung di sisi barat Willis Tower.
Begitu sampai disana, ada seorang young man yang mencegat kami dan berkata bahwa cuaca tidak memungkinkan untuk naik, dan kalaupun kami nekat, kami tidak bisa melihat pemandangan di bawah kami. Dengan sedikit tidak percaya--karena memang tidak terlalu berawan, kami bahkan bisa melihat skydeck dari bawah, akhirnya kami keluar dari Willis Tower dan menyusun ulang rencana kami. Kami memutuskan untuk menunggu bis 124 di dekat Union Station--sekitar 2blok ke barat dari Willis Tower. Sempat kebingungan juga karena tidak tahu di mana kami harus menunggu bus--kinda lost again. Untung ada cowok Asia ganteng yang memberi kami petunjuk--mau minta foto bareng kok enggak enak gitu, jadi ya relakan saja.
Lama kami disitu, beberapa bus bus lain sudah bersliweran berulang ulang kali, tapi tidak terlihat satu pun bus 124. Kami pun memutuskan untuk mengirim sms ke CTA dengan harapan mendapatkan informasi kapan bus tersebut datang. Dan...., nothing! Huaa, masa hari seindah ini terlewat begitu saja tanpa melakukan apa apa, sih? God, gimme hint! Mendadak sinar matahari menerobos di sela sela awan dan gedung gedung tinggi. Yeaah, It was not that foggy, just kinda little haze. Thanks, God! Kami cepat cepat kembali ke Willis Tower.
Sesampainya di sana, si young man yang tadi mengusir kami sudah berganti rupa menjadi seorang young lady cantik yang mempersilahkan kami naik ke atas sambil mewanti wanti kalau kemungkinan kami akan menunggu sekitar 1 jam sebelum akhirnya bisa nangkring di skydeck. No problem! I just want get in there! Pertama kami turun dulu ke basement karena tiket box dan semacamnya itu ada disana. Setelah melewati berbagai macam aneh aneh itu, akhirnya sampailah saya di lantai 103, tempat skydeck itu.
Yeaah, seperti bisa kalian lihat, itu saya di salah satu skydeck.
Let's come back to the beginning, guys. Hari ini, Senin, berdasarkan forecast, host mom saya memutuskan bahwa hari ini adalah hari outdoor activity. Kami berencana naik El CTA Brown Line--kereta listrik gitulah ke Willis Tower, lalu naik bus 124 ke Navy Pier dan pulang ke apartemen dengan bus 60. Waduh, kaki saya mulai mulai protes mendengar semua rencana tersebut, pasti buaanyak jalannya nih. Apartemen tempat saya tinggal sekarang sekitar 8 blok dari Brown Line station. Jadilah tadi pagi jam 11an kami berdua berjalan dari rumah sampai ke station. Hanya dengan 4 pemberhentian sampailah kami di station yang dekat dengan Willis Tower. I was so excited at that point.
Willis Tower kelihatan dari train station
Begitu sampai disana, ada seorang young man yang mencegat kami dan berkata bahwa cuaca tidak memungkinkan untuk naik, dan kalaupun kami nekat, kami tidak bisa melihat pemandangan di bawah kami. Dengan sedikit tidak percaya--karena memang tidak terlalu berawan, kami bahkan bisa melihat skydeck dari bawah, akhirnya kami keluar dari Willis Tower dan menyusun ulang rencana kami. Kami memutuskan untuk menunggu bis 124 di dekat Union Station--sekitar 2blok ke barat dari Willis Tower. Sempat kebingungan juga karena tidak tahu di mana kami harus menunggu bus--kinda lost again. Untung ada cowok Asia ganteng yang memberi kami petunjuk--mau minta foto bareng kok enggak enak gitu, jadi ya relakan saja.
Lama kami disitu, beberapa bus bus lain sudah bersliweran berulang ulang kali, tapi tidak terlihat satu pun bus 124. Kami pun memutuskan untuk mengirim sms ke CTA dengan harapan mendapatkan informasi kapan bus tersebut datang. Dan...., nothing! Huaa, masa hari seindah ini terlewat begitu saja tanpa melakukan apa apa, sih? God, gimme hint! Mendadak sinar matahari menerobos di sela sela awan dan gedung gedung tinggi. Yeaah, It was not that foggy, just kinda little haze. Thanks, God! Kami cepat cepat kembali ke Willis Tower.
Sesampainya di sana, si young man yang tadi mengusir kami sudah berganti rupa menjadi seorang young lady cantik yang mempersilahkan kami naik ke atas sambil mewanti wanti kalau kemungkinan kami akan menunggu sekitar 1 jam sebelum akhirnya bisa nangkring di skydeck. No problem! I just want get in there! Pertama kami turun dulu ke basement karena tiket box dan semacamnya itu ada disana. Setelah melewati berbagai macam aneh aneh itu, akhirnya sampailah saya di lantai 103, tempat skydeck itu.
Pemandangan East Chicago dan Lake Michigan dari lantai 103
First step in skydeck. *sumpah langsung pusing pas ini. deg deg an bangeet, takuut..
mulai bisa mengalahkan rasa takut dan betah ada di skydeck, gg mau pindah., gg mau turun, mau disitu terus.
I had a really good time there. Saya benar benar menyadari betapa beraninya saya ketika saya dengan sangat mudah melompat ke skydeck dan bermain main di sana. Sementara orang orang lain di sekitar saya, seperti takut takut, ada yang menangis pula. Satu yang paling berkesan, ada empat orang Korea, dilihat dari gayanya sih kaya masih sekolah gitu, ganteng ganteng keren gitu. Aku kira mereka yang bakal dengan gagah berani foto foto di skydeck, ternyataaa.. baru liat bawah dikit aja, ada satu yang tahu tahu bersuara, "Huwwoo," sambil melangkah mundur menjauh. Saya dan host mom saya langsung tertawa terbahak bahak melihat tingkah aneh bin ajaib mereka.
Pulangnya, kami mampir makan siang sekalian malam di Corner Bakery dan secara tidak sengaja menemukan sebuah wall penuh dengan bendera dari berbagai negara. Saya tidak yakin ada berapa negara yang bendera di pasang, mungkin semua negara, termasuk Indonesia.
hayoo, bendera Indonesia yang mana hayoo? haha:D
Mau tahu, bagaimana kami mengakhiri trip kami hari ini? Jalan sampai aparrtemen lewat Michigan Avenue lagi. Melihat bermacam macam bangunan bangunan indah itu memang sangat menarik sih, tapi sampai apartemen kaki nih yang yang menjerit jerit minta istirahat. Selain masalah kaki, hari ini benar benar menyenangkan.
Wrigley Building--Chicago Tribune
Trumph Tower
narsis sepanjang jalan
It used to be Mosque. It is Furniture Store now.
Chicago, I am LOST! 2 *science day
Sekali lagi, saya tekan kan, saya tidak hilang. Saya baik-baik saja, senang, cerah ceria, gembira, menikmati liburan musim semi saya di Chicago. Well, kinda lost at some points, karena terlalu asik mengabadikan setiap kenangan mengagumkan disana. Tapi tidak bisa disebut hilang juga, orang tua angkat saya hanya sekiat 5 meter di depan saya.
Hari Minggu, karena cuaca yang tidak mendukung untuk outdoor activity, orang tua angkat saya memutuskan untuk Tour de Museum Science and Industry Chicago. Museum ini letaknya sedikit jauh ke bagian selatan Chicago, sehingga mereka punya tempat parkir bawah tanah untuk memudahkan orang orang yang berkunjung ke sana. Lumayanlah, saya tidak harus berjalan jauh hari ini. Setelah membeli tiket admission, dan mengambil map, mulailah petualangan kami di museum yang besar tersebut. Karena sepertinya tidak memungkinkan untuk melihat semua koleksi yang ada disini, maka kami memutuskan untuk berhenti sebentar dan melihat lihat peta--kaya Dora, the explorer.

Hari Minggu, karena cuaca yang tidak mendukung untuk outdoor activity, orang tua angkat saya memutuskan untuk Tour de Museum Science and Industry Chicago. Museum ini letaknya sedikit jauh ke bagian selatan Chicago, sehingga mereka punya tempat parkir bawah tanah untuk memudahkan orang orang yang berkunjung ke sana. Lumayanlah, saya tidak harus berjalan jauh hari ini. Setelah membeli tiket admission, dan mengambil map, mulailah petualangan kami di museum yang besar tersebut. Karena sepertinya tidak memungkinkan untuk melihat semua koleksi yang ada disini, maka kami memutuskan untuk berhenti sebentar dan melihat lihat peta--kaya Dora, the explorer.
lightning simulation
kaya baju astronout ya? tapi ini adalah baju pemadam kebakaran lho
versi lebih besar dari yang ada di Taman Pintar
ini John, pekerja coal mine. just kidding, dia tour guide di coal mine area
my wedding dress, I hope. lol:D
Sekitar 5 jam, kami berputar putar di museum tersebut. Kami memutuskan untuk memulai petualangan kamu dengan naik ke lantai 3 melalui tangga biru yang ada pendulum raksasanya. Sampailah kami di area natural disaster. Disitu penuh dengan alat alat keren yang memunculkan simulasi tornado, hurricane, gelombang air, kilat dan lain sebagai. Saya juga melihat proses menetasnya anak ayam--agak aneh ya, anak ayam kalau baru keluar dari telurnya. Wah.. kalau diceritain satu satu detailnya bisa jadi panjang banget nih. Pokoknya disitu banyak banget hal yang keren keren, kaya replika kota Chicago, replika Rocky Mount dan Seattle, kereta api lama, pesawat pesawat, cermin aneh yang bisa bikin kaki atau tubuh saya memanjang, Colleen Moore's Fairy Castle, shadow screen, dan juga replika tambang coal--bahasa indonesianya apa sih? batu bara bukan?
ini yang saya sebut dengan shadow screen, saya lupa nama aslinya apa, tapi ini benar benar keren. ohya, itu host dad saya.
gambar muka bumi waktu Tsunami Aceh 2004
fun banget jalan di section ini, berasa kaya di dunia komputer. haha:)
Tidak bisa digambarkan dengan kata katalah pokoknya pengalaman saya ke museum ini. Terlalu menyenangkan dan menakjubkan melihat hampir semua aspek kehidupan ada di museum tersebut. Salah besar kalau kalian berpikir "ngapain 5jam di museum? bosen banget!" Buat saya, berkunjung ke museum selama 5jam itu waktu yang kurang. Masih banyak yang ingin saya lihat di museum tersebut. Sekalipun saya berulang kali kembali ke museum tersebut, saya yakin saya masih akan surprise dengan fiture yang ada disitu.
Sunday, March 20, 2011
Chicago, I am LOST! 1 *kesan pertama tentang Chicago
Woowoo, tenang! Saya tidak tersesat kok, masih di jalan yang benar dan sedang menikmati hari kedua liburan musim semi saya tepat di jantung kota Chicago. Awal dari sebuah liburan yang menyenangkan--knock on the wood.
Jangan dibayangkan tinggal di downtown Chicago itu sama dengan tinggal di Jakarta atau Surabaya! I tell you, it is completely diffferent. Soal macet sih, layaknya sebuah kota, pasti ada jam jam tertentu yang semua mobil seakan tumpah ruah di jalanan, entah jalan besar atau jalan kecil. Tapi believe me, sebenarnya kamu tidak perlu punya mobil untuk hidup di sini--kecuali kamu kerja di luar downtown Chicago. Kota manis ini punya public transportation system yang bagus, walau mungkin masih kalah dibandingkan dengan transportasi umum di Eropa. Kita bisa mengelilingi semua sudut kota dengan bus, kereta dan juga dengan kaki kita sendiri.
Saya sendiri pun sudah merasakan serunya berjalan di tengah rimba huge tall buildings tepat beberapa jam setelah kedatangan saya keenam di Kota Angin ini. Host parents saya mengajak saya makan di sebuah restoran bernama Ed Debevic's. Kami berjalan sekitar 15 menit sambil menikmati kelap kelip malam Chicago. Satu kata AWESOME. Restoran yang saya datangi tersebut adalah salah satu restoran yang cukup terkenal di Chicago dengan setting tahun 50s, tulisan tulisan agak ekstrem di sudut, waitress yang bertingkah tidak ramah tapi lucu, juga pertunjukan dance di atas meja. Benar benar makan malam yang asik.
Pulangnya, kami memilih jalan memutar yang lumayan jauh sehingga saya bisa melihat Michigan Avenue at night. Di tengah perjalanan, tiba tiba saya tertegun dan syok melihat sebuah logo kapital M kuning yang sangat besar di pinggir jalan. Yeah, salah satu McDonald's terbesar ada di depan mata saya, Rock and Roll McDonalds. Tempat di sebelahnya ada sebuah gitar besar dengan HardRock cafe logo.
We kept walking, mampir sebentar di Starbucks buat nunut buang air kecil--hihi:) dan sampailah kami di Michigan Avenue. Lalu, ya kami cuma jalan aja sepanjang Michigan Avenue, mendaki gunung, lewati lembah. Yee, malah nyanyi. Sedikit info, Michigan Avenue ini adalah salah satu ruas jalan di Chicago yang isinya toko toko bermerek yang sudah bisa dipastikan, harganya selangit. Ini sudah kedua kali saya berjalan sepanjang jalan berduit dan bergengsi itu. Kedua kalinya pula, cuma jalan jalan aja sambil berdoa semoga kuat iman dan tidak tergoda baju baju yang melambai lambai sepanjang jalan.
Akhirnya kita belok di perempatan yang ada Water Tower dan John Hancock. Entah kenapa saya suka sekali sama The Old Water Tower, satu satunya building yang utuh waktu Great Chicago Fire 1871. Jalan jalan bentar gitu, belok belok dikit, ketemu deh bangunan tua, besar dengan ornamen ornamen indah. Kagum banget lihat bangunan itu, saya lihat lihat dan amati, "kok kaya bangunan gereja yang ada di film film barat ya?" Ternyata ehh, itu Holy Name Cathedral Chicago. Surprise nya lagi, itu gereja cuma sekitar 10 menit jalan dari apartemen tempat saya tinggal sekarang.
Daylight pertama di Chicago, tidak ada hal besar. Hanya di rumah santai, jalan ke grocery store, bikin dinner trus makan. Malamnya, kami drove around di sekitar UIC lalu lanjut ke jalanan pinggir Lake Michigan. Di sebelah kanan tuh pemandangannya danau yang tidak begitu terlihat jelas karena gelap, tapi di sebelah kiri Skyline of Chicago! Willis Tower, John Hancock, Trumph Tower, dan banyak big, tall buildings dengan lampu lampunya yang amazing semuanya tumpah ruah di sebelah kiri jalan itu.
Mendadak saya jadi berpikiran untuk tinggal dan kuliah di kota yang menyenangkan ini. Rasanya kok amat sangat disayangkan kalau cuma kesini satu tahun, harus bisa balik ke sini lagi. Okey, saya memang orang yang mudah terobsesi oleh sesuatu. Mungkin segini dulu cerita hari ini, nantikan blog selanjutnya di Chicago, I am lost..
Jangan dibayangkan tinggal di downtown Chicago itu sama dengan tinggal di Jakarta atau Surabaya! I tell you, it is completely diffferent. Soal macet sih, layaknya sebuah kota, pasti ada jam jam tertentu yang semua mobil seakan tumpah ruah di jalanan, entah jalan besar atau jalan kecil. Tapi believe me, sebenarnya kamu tidak perlu punya mobil untuk hidup di sini--kecuali kamu kerja di luar downtown Chicago. Kota manis ini punya public transportation system yang bagus, walau mungkin masih kalah dibandingkan dengan transportasi umum di Eropa. Kita bisa mengelilingi semua sudut kota dengan bus, kereta dan juga dengan kaki kita sendiri.
Saya sendiri pun sudah merasakan serunya berjalan di tengah rimba huge tall buildings tepat beberapa jam setelah kedatangan saya keenam di Kota Angin ini. Host parents saya mengajak saya makan di sebuah restoran bernama Ed Debevic's. Kami berjalan sekitar 15 menit sambil menikmati kelap kelip malam Chicago. Satu kata AWESOME. Restoran yang saya datangi tersebut adalah salah satu restoran yang cukup terkenal di Chicago dengan setting tahun 50s, tulisan tulisan agak ekstrem di sudut, waitress yang bertingkah tidak ramah tapi lucu, juga pertunjukan dance di atas meja. Benar benar makan malam yang asik.
Pulangnya, kami memilih jalan memutar yang lumayan jauh sehingga saya bisa melihat Michigan Avenue at night. Di tengah perjalanan, tiba tiba saya tertegun dan syok melihat sebuah logo kapital M kuning yang sangat besar di pinggir jalan. Yeah, salah satu McDonald's terbesar ada di depan mata saya, Rock and Roll McDonalds. Tempat di sebelahnya ada sebuah gitar besar dengan HardRock cafe logo.
We kept walking, mampir sebentar di Starbucks buat nunut buang air kecil--hihi:) dan sampailah kami di Michigan Avenue. Lalu, ya kami cuma jalan aja sepanjang Michigan Avenue, mendaki gunung, lewati lembah. Yee, malah nyanyi. Sedikit info, Michigan Avenue ini adalah salah satu ruas jalan di Chicago yang isinya toko toko bermerek yang sudah bisa dipastikan, harganya selangit. Ini sudah kedua kali saya berjalan sepanjang jalan berduit dan bergengsi itu. Kedua kalinya pula, cuma jalan jalan aja sambil berdoa semoga kuat iman dan tidak tergoda baju baju yang melambai lambai sepanjang jalan.
Akhirnya kita belok di perempatan yang ada Water Tower dan John Hancock. Entah kenapa saya suka sekali sama The Old Water Tower, satu satunya building yang utuh waktu Great Chicago Fire 1871. Jalan jalan bentar gitu, belok belok dikit, ketemu deh bangunan tua, besar dengan ornamen ornamen indah. Kagum banget lihat bangunan itu, saya lihat lihat dan amati, "kok kaya bangunan gereja yang ada di film film barat ya?" Ternyata ehh, itu Holy Name Cathedral Chicago. Surprise nya lagi, itu gereja cuma sekitar 10 menit jalan dari apartemen tempat saya tinggal sekarang.
Daylight pertama di Chicago, tidak ada hal besar. Hanya di rumah santai, jalan ke grocery store, bikin dinner trus makan. Malamnya, kami drove around di sekitar UIC lalu lanjut ke jalanan pinggir Lake Michigan. Di sebelah kanan tuh pemandangannya danau yang tidak begitu terlihat jelas karena gelap, tapi di sebelah kiri Skyline of Chicago! Willis Tower, John Hancock, Trumph Tower, dan banyak big, tall buildings dengan lampu lampunya yang amazing semuanya tumpah ruah di sebelah kiri jalan itu.
Mendadak saya jadi berpikiran untuk tinggal dan kuliah di kota yang menyenangkan ini. Rasanya kok amat sangat disayangkan kalau cuma kesini satu tahun, harus bisa balik ke sini lagi. Okey, saya memang orang yang mudah terobsesi oleh sesuatu. Mungkin segini dulu cerita hari ini, nantikan blog selanjutnya di Chicago, I am lost..
McDonald's Rock and Roll
Hard Rock dengan big guitarnya
Baseball Field for Cubs
Eat at Ed's
Chicken Steak at Ed's
tulisan lucu lucu di Ed's
Holy Name Cathedral Chicago
Grandsonnya orang tua angkatku
itu yang tengah, waitress yang melayani meja saya
Thursday, March 17, 2011
Tingkah Laku Manusia dan Bulan Purnama
Mulanya saya tidak pernah berpikir kalau orang barat atau yang biasa kita sebut 'bule', berkulit putih clear, bermata biru, dan berambut blond itu punya superstition atau tahayul. Mengingat otak mereka seperti terprogram selalu berpikir secara logis dan meragukan tahayul yang kita punya. Salah satu yang kuingat adalah ketika salah seorang guruku bercerita tentang seorang English speaker--I don't remember where he comes from--yang pergi ke alun alun selatan, melihat orang orang berusaha melewati beringin kembar, dan kurang lebih berkata "when you step the grass, you know that you are wrong." Terdengar logis sekali bukan? Tapi stereotype yang saya punya selama ini benar benar dihancurkan telak oleh dua cerita yg aku dengar hari ini.
Pertama:
Pulang dari makan malam hari ini, saya memutuskan untuk mengerjakan PR kimia saya di ruang makan yang bersebelahan dengan ruang TV. Host brother saya sedang menonton NCIS, sebuah TV show tentang detektif, semacam CSI. Sanyup-sanyup saya mendengar seseorang di TV show tersebut berkata kalau dia mendengar suara burung apa gitu dan mungkin akan ada yang meninggal di rumah itu. Saya langsung secara otomatis teringat cerita paman saya ketika saya kecil, tentang kepercayaan orang dulu terhadap tahayul itu. Kok dua negara di belahan dunia yang berbeda terpisah luasnya Pacific Ocean bisa ada dua superstition yang sama ya?
Kedua: (Sebenarnya peristiwa ini terjadi sebelum cerita yang pertama.)
American Irish punya sebuah tradisi untuk makan yang namanya corned beef with cabbage di St. Patrick's Day. Sekedar pengetahuan tambahan saja, corned beef itu daging yang dimasak selama 12 jam, disajikan bersama dengan rebusan kobis utuh. Karena hari ini adalah Hari St. Patrick dan host dad saya adalah seorang Irish, tapi host mother saya tidak suka memasak makanan yang ribet, maka pergilah kami bertiga ke sebuah restoran. Saya sudah ketiga kalinya datang ke restoran tersebut dalam kurun waktu 5minggu dan host parent saya selalu menggunakan waitress yang sama setiap kali kami makan disana.
Sue, nama waitress yang melayani kami, adalah orang yang sangat menyenangkan. Di sela sela kerjanya dia selalu datang dan mengobrol di meja kami. Hari ini, awalnya kami berbincang dengan tsunami yang menghantam Jepang beberapa hari yang lalu, kemudian berlanjut ke fullmoon minggu ini. Entah bagaimana tiba tiba dia bercerita tentang pengalaman anehnya melayani meja a middle age lady kala bulan purnama.
"Waktu itu saya ingat, saya hanya memberikan satu gelas anggur untuk wanita itu. Saya tidak yakin apakah dia mabuk. Tapi ketika saya memberikan kotak--tahu kan kotak makanan gitu,bukan yang dari kardus lho-- untuk membawa pulang makanannya, dia memasukkan piring sekaligus makanannya ke kotak tersebut. Saya langsung menegurnya dengan berkata bahwa piringnya tidak boleh dibawa pulang, tapi wanita tersebut marah marah sambil minta bertemu dengan pemilik restoran. 25 tahun saya bekerja disini, saya masih selalu terkejut dengan hal hal aneh yang terjadi saat bulan purnama"
(cerita Sue, dengan pengalihan bahasa dan perubahan seperlunya)
Di perjalanan pulang, saya dan host mom saya masih membicarakan cerita Sue. Saya dengan sangat penasaran bertanya apakah ada hubungan antara bulan purnama dan tingkah laku seseorang. Host mom saya menjawab "I don't know. But, if you ask the police, waitress in restaurant, or people in ICU, they always say that a lot of crazy things happen in fullmoon. So, there is relation between them."
Bulan purnama? Kenapa orang barat punya superstition tentang bulan purnama? Sejenak saya teringat akan cerita cerita werewolf yang muncul ketika bulan purnama. Apakah werewolf itu sebenarnya adalah pencitraan tingkah laku aneh manusia saat bulan purnama?
Cukup dua hal itu membuktikan kalau superstition atau tahayul itu eksis dimana-mana. Terserah kita dalam menghadapinya, boleh percaya, boleh biasa aja, boleh menolaknya.
Pertama:
Pulang dari makan malam hari ini, saya memutuskan untuk mengerjakan PR kimia saya di ruang makan yang bersebelahan dengan ruang TV. Host brother saya sedang menonton NCIS, sebuah TV show tentang detektif, semacam CSI. Sanyup-sanyup saya mendengar seseorang di TV show tersebut berkata kalau dia mendengar suara burung apa gitu dan mungkin akan ada yang meninggal di rumah itu. Saya langsung secara otomatis teringat cerita paman saya ketika saya kecil, tentang kepercayaan orang dulu terhadap tahayul itu. Kok dua negara di belahan dunia yang berbeda terpisah luasnya Pacific Ocean bisa ada dua superstition yang sama ya?
Kedua: (Sebenarnya peristiwa ini terjadi sebelum cerita yang pertama.)
American Irish punya sebuah tradisi untuk makan yang namanya corned beef with cabbage di St. Patrick's Day. Sekedar pengetahuan tambahan saja, corned beef itu daging yang dimasak selama 12 jam, disajikan bersama dengan rebusan kobis utuh. Karena hari ini adalah Hari St. Patrick dan host dad saya adalah seorang Irish, tapi host mother saya tidak suka memasak makanan yang ribet, maka pergilah kami bertiga ke sebuah restoran. Saya sudah ketiga kalinya datang ke restoran tersebut dalam kurun waktu 5minggu dan host parent saya selalu menggunakan waitress yang sama setiap kali kami makan disana.
Sue, nama waitress yang melayani kami, adalah orang yang sangat menyenangkan. Di sela sela kerjanya dia selalu datang dan mengobrol di meja kami. Hari ini, awalnya kami berbincang dengan tsunami yang menghantam Jepang beberapa hari yang lalu, kemudian berlanjut ke fullmoon minggu ini. Entah bagaimana tiba tiba dia bercerita tentang pengalaman anehnya melayani meja a middle age lady kala bulan purnama.
"Waktu itu saya ingat, saya hanya memberikan satu gelas anggur untuk wanita itu. Saya tidak yakin apakah dia mabuk. Tapi ketika saya memberikan kotak--tahu kan kotak makanan gitu,bukan yang dari kardus lho-- untuk membawa pulang makanannya, dia memasukkan piring sekaligus makanannya ke kotak tersebut. Saya langsung menegurnya dengan berkata bahwa piringnya tidak boleh dibawa pulang, tapi wanita tersebut marah marah sambil minta bertemu dengan pemilik restoran. 25 tahun saya bekerja disini, saya masih selalu terkejut dengan hal hal aneh yang terjadi saat bulan purnama"
(cerita Sue, dengan pengalihan bahasa dan perubahan seperlunya)
Di perjalanan pulang, saya dan host mom saya masih membicarakan cerita Sue. Saya dengan sangat penasaran bertanya apakah ada hubungan antara bulan purnama dan tingkah laku seseorang. Host mom saya menjawab "I don't know. But, if you ask the police, waitress in restaurant, or people in ICU, they always say that a lot of crazy things happen in fullmoon. So, there is relation between them."
Bulan purnama? Kenapa orang barat punya superstition tentang bulan purnama? Sejenak saya teringat akan cerita cerita werewolf yang muncul ketika bulan purnama. Apakah werewolf itu sebenarnya adalah pencitraan tingkah laku aneh manusia saat bulan purnama?
Cukup dua hal itu membuktikan kalau superstition atau tahayul itu eksis dimana-mana. Terserah kita dalam menghadapinya, boleh percaya, boleh biasa aja, boleh menolaknya.
Tuesday, March 15, 2011
Bambang Pamungkas, nomor punggung 20, timnas sepakbola Indonesia
Saya memang bulat seperti bola, tapi saya sungguh bukan penggemar berat bola, yg tahu selak beluk trik sampai hatrick sepakbola. Saya benar benar hanyalah seorang anak SMA yg tertular euphoria sepakbola dari orang orang di sekitar saya, terutama asisten ibu saya yg seorang Juventini dan Italini--? sejati.
Saya hanya tahu beberapa nama besar dalam sepakbola, terutama nama nama ber background wajah ganteng seperti David Villa, Torres, Gerrard, dan Paul si gurita>haha:D okey! calm down, aku tau kok klo dia bukan pemain sepakbola, tapi pelatihnya. huaa, iya iyaa, bukaan! Paul ini si peramal hebat yg memilih makan sambil hang out di bendera Spanyol. Saya juga tahu beberapa pemain lokal yang lumayan ganteng, seperti Arif Suyono, Ferry Rotinsulu, dan Firman Utina--walaupun jika dibanding pemain luar, mereka masih jauh kalah ganteng. haha:D tenang, saya pecinta produk lokal kok--?
Bambang Pamungkas, nomor punggung 20 timnas Indonesia ini, beda lagi ceritanya. Saya mengetahui eksistansinya ketika saya pertama kali melihat timnas Indonesia bertanding 2-3tahun yang lalu. Kala itu, dia adalah kapten timnas Indonesia. Dia tidak ganteng di mata saya. Dia mnyebalkan di mata saya. Sejak awal mula, saya melihat dia, saya sungguh sangat membencinya. Mungkin karena di mata saya, dia adalah seorang berwajah kolot, angkuh, dan mirip seseorang yg pernah mematahkan hati saya, yg selalu menunggu bola di garis depan, tanpa berusaha merebut dan memperjuangkan sebuah bola, ditengah kerubutan 19orang lain.
Sungguh, saya sebenarnya pernah melupakan kebencian saya pada sosok ini, sampai saat saya kembali melihat permainannya yang tidak memuaskan di AFF cup Desember lalu. Kala itu, saya adalah seorang yg sedang menikmati liburan musim dingin saya di United State memilih untuk bangun pagi>13jam hitung mundur dari jam Indonesia, dan tinggal di dalam rumah, melotot pada layar laptop, berusaha menikmati pertandingan langsung Indonesia vs Malaysia ditengah gangguan bufferring yg menyebalkan. Saya sungguh bukan kecewa dengan kekalahan Indonesia yang benar benar bagaikan petir di tengah siang bolong itu, tapi lebih karena seorang Bambang Pamungkas, bisa dibilang senior di timnas Indonesia>koreksi bila saya salah, hanya bermain beberapa menit sebelum pertandingan berakhir. Saya sungguh sangat kecewa, karena walaupun saya terlihat sangat membenci Bambang Pamungkas, nomor punggung 20 timnas Indonesia, saya sungguh sangat mengharapkannya. Ulangi, SAYA SUNGGUH SANGAT MENGHARAPKAN BAMBANG PAMUNGKAS BISA MEMBAWA SEMANGAT BAGI TIM GARUDA!!
Maret 2011, tidak ada euphoria sepakbola Indonesia, tidak terdengar lagi kemenangan tim Garuda Indonesia, yang terdengar disini hanyalah skandal konyol dalam PSSI, bukan hal penting untuk dibicarakan, tapi membuat saya penasaran untuk melihat blog Bambang Pamungkas, nomor punggung 20 timnas Indonesia, http://www.bambangpamungkas20.com/bepe. Saya sudah membaca beberapa curahan hati seorang Bambang Pamungkas, dan berupaya menyediakan waktu untuk membacanya dengan seksama nanti entah kapan. Dan saya berpikir saya telah memperlakukannya dengan tidak adil karena menyalahkannya atas kekalahan Indonesia. Sungguh, kekalahan Indonesia adalah ketidakberuntungan kita semua, ketidakberuntungan semua orang Indonesia. He is not the only person to be blamed on.
Bambang Pamungkas, nomor punggung 20 timnas Indonesia, senang telah bisa mengenalmu lebih dekat lewat artikel artikelmu yang segar dan penuh semangat. Mari terus mencintai Indonesia dengan cara kita masing masing:)
--Wednesday, March 9, 2011 at 10:52pm
sisi lain dari SM*SH.. *review
kenapa hatiku cenat-cenut tiap ada kamu
selalu peluh pun menetes setiap dekat kamu
kenapa salah tingkah tiap kau tatap aku
selalu diriku malu tiap kau puji aku
kenapa lidahku kelu tiap kau panggil aku
selalu merinding romaku tiap kau sentuh aku
mengapa otakku beku tiap memikirkanmu
selalu tubuhku lunglai tiap kau bisikkan cinta
tahukah kamu saat kita pertama jumpa
hatiku berkata padamu ada yang berbeda
tahukah sejak kita sering jalan bersama
tiap jam menit detikku hanya ingin berdua
tahukah kamu ku takkan pernah lupa
saat kau bilang kau punya rasa yang sama
ku tak menyangka aku bahagia ingin ku peluk dunia
kau izinkan aku ’tuk dapat rasakan cinta
[rap]
hatiku rasakan cinta, dia buatku salah tingkah
i know you so well, you know me so well
you heart me girl, i heart you back
i miss you, i love you, ah ah ah
i need you, i love you, i heart you baby
i need you, i love you, i heart you baby
baby, you know me so well (you know me so well)
girl i need you (girl i need you)
girl i love you (girl i love you)
girl i heart you
i know you so well (i know you so well)
girl i need you (oh i need you)
girl i love you (oh i love you)
girl i heart you
tak ada yang bisa memisahkan cinta
waktu pun takkan tega
kau dan aku bersama selamanya
"jangan melihat sesuatu dari satu sisi" dan "berpikiran positif itu penting"
pepatah itu mendadak pop up di kepalaku waktu aku melihat hujatan hujatan di sebuah jejaring sosial untuk boyband pertama Indonesia ini.
ohya, buat yg belum tau..
SM*SH ini adalah segerombolan cowok cowok lumayan keren yg meramaikan Indonesian music industry dengan berkiblat pada boyband boyband Korea gitu.
tau kan boyband Korea yg kaya kaya DBSK, SuJu, Bing Bang, Shinee, dan macam macamnya itu yg nyanyi nyanyi sambil ngdance, yg bisa bikin cewek cewek mnggelepar gelepar melihat pesona body body keren menawan..
nah, cowok cowok keren ini berusaha memberikan warna gemilang Korean music tersebut ke Indonesia, niatnya biar industri musik Indonesia maju juga, dan kembali digemarin banyak orang..
cuma karena letak geografi Indonesia dan Korea lumayan deketan, nih boyband membawanya agak keterlaluan sehingga orang orang berpikiran boyband ini plagiat..
tapi bukankah tahapan orang belajar itu: melihat, meniru, dan memodifikasi ya? *sapa ya yg bilang? aku lupa..
menurutku mereka emg baru sampai tahap meniru dengan sdikit modifikasi..
wajarlah klo emg masih sedikit mirip mirip, untuk menjadi besar kan emg butuh bertahun tahun pengalaman..
lagipula, lagu mereka lumayan enak didenger kok, walopun pronounce 'heart' nya kedengeran kaya 'hurt'
kita harusnya bangga dung, Indonesia udah punya boyband jugaa..
mereka berjuang keras supaya kita gg ketinggalan dari negara lain, dlm kasus ini ketinggalan dari Korea..
mereka merelakan waktunya latihan ngdance, latihan nyanyi, show sana sini.. capek juga lho mereka..
blm lagi harus menghadapin orang orang kolot yg hobinya menghujat sesuatu yg baru.
melihat sesuatu dr cara yg berbeda dan positif itu emg susah bgt, tapi dicoba deh..
klo emg gg suka ya udah, gg usah diliat. jangan nglihat klo cuma pengen mencela penampilan merekaa..
contohnya aku emg gg suka cara mereka perform, ya uda aku dengerin aja lagunya, tanpa melihat mereka..
menurut aku, lumayan asik juga kok lagu mereka. ngbeat ngbeat nghilangin stress.. haha:D
--Saturday, February 12, 2011 at 11:38pm
selalu peluh pun menetes setiap dekat kamu
kenapa salah tingkah tiap kau tatap aku
selalu diriku malu tiap kau puji aku
kenapa lidahku kelu tiap kau panggil aku
selalu merinding romaku tiap kau sentuh aku
mengapa otakku beku tiap memikirkanmu
selalu tubuhku lunglai tiap kau bisikkan cinta
tahukah kamu saat kita pertama jumpa
hatiku berkata padamu ada yang berbeda
tahukah sejak kita sering jalan bersama
tiap jam menit detikku hanya ingin berdua
tahukah kamu ku takkan pernah lupa
saat kau bilang kau punya rasa yang sama
ku tak menyangka aku bahagia ingin ku peluk dunia
kau izinkan aku ’tuk dapat rasakan cinta
[rap]
hatiku rasakan cinta, dia buatku salah tingkah
i know you so well, you know me so well
you heart me girl, i heart you back
i miss you, i love you, ah ah ah
i need you, i love you, i heart you baby
i need you, i love you, i heart you baby
baby, you know me so well (you know me so well)
girl i need you (girl i need you)
girl i love you (girl i love you)
girl i heart you
i know you so well (i know you so well)
girl i need you (oh i need you)
girl i love you (oh i love you)
girl i heart you
tak ada yang bisa memisahkan cinta
waktu pun takkan tega
kau dan aku bersama selamanya
"jangan melihat sesuatu dari satu sisi" dan "berpikiran positif itu penting"
pepatah itu mendadak pop up di kepalaku waktu aku melihat hujatan hujatan di sebuah jejaring sosial untuk boyband pertama Indonesia ini.
ohya, buat yg belum tau..
SM*SH ini adalah segerombolan cowok cowok lumayan keren yg meramaikan Indonesian music industry dengan berkiblat pada boyband boyband Korea gitu.
tau kan boyband Korea yg kaya kaya DBSK, SuJu, Bing Bang, Shinee, dan macam macamnya itu yg nyanyi nyanyi sambil ngdance, yg bisa bikin cewek cewek mnggelepar gelepar melihat pesona body body keren menawan..
nah, cowok cowok keren ini berusaha memberikan warna gemilang Korean music tersebut ke Indonesia, niatnya biar industri musik Indonesia maju juga, dan kembali digemarin banyak orang..
cuma karena letak geografi Indonesia dan Korea lumayan deketan, nih boyband membawanya agak keterlaluan sehingga orang orang berpikiran boyband ini plagiat..
tapi bukankah tahapan orang belajar itu: melihat, meniru, dan memodifikasi ya? *sapa ya yg bilang? aku lupa..
menurutku mereka emg baru sampai tahap meniru dengan sdikit modifikasi..
wajarlah klo emg masih sedikit mirip mirip, untuk menjadi besar kan emg butuh bertahun tahun pengalaman..
lagipula, lagu mereka lumayan enak didenger kok, walopun pronounce 'heart' nya kedengeran kaya 'hurt'
kita harusnya bangga dung, Indonesia udah punya boyband jugaa..
mereka berjuang keras supaya kita gg ketinggalan dari negara lain, dlm kasus ini ketinggalan dari Korea..
mereka merelakan waktunya latihan ngdance, latihan nyanyi, show sana sini.. capek juga lho mereka..
blm lagi harus menghadapin orang orang kolot yg hobinya menghujat sesuatu yg baru.
melihat sesuatu dr cara yg berbeda dan positif itu emg susah bgt, tapi dicoba deh..
klo emg gg suka ya udah, gg usah diliat. jangan nglihat klo cuma pengen mencela penampilan merekaa..
contohnya aku emg gg suka cara mereka perform, ya uda aku dengerin aja lagunya, tanpa melihat mereka..
menurut aku, lumayan asik juga kok lagu mereka. ngbeat ngbeat nghilangin stress.. haha:D
--Saturday, February 12, 2011 at 11:38pm
Subscribe to:
Posts (Atom)